TV Program Format In The Digital Era – SIGNIS ASIA TV CONFERENCE

Tentang Signis

Signis adalah Asosiasi Katolik Dunia untuk Komunikasi. http://www.signis.net
Signis didirikan pada November 2001 dari penggabungan antara dua organisasi (Unda, untuk radio dan televisi; dan OCIC, untuk sinema dan audiovisual) yang keduanya didirikan pada tahun 1928. Signis memiliki status konsultatif dengan UNESCO, Ecosoc (Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa dan New York), dan Dewan Eropa.


Secara resmi diakui oleh Vatikan sebagai organisasi Katolik untuk komunikasi. Sekretariat Signis Dunia berada di Brussels, Belgia.

Tujuan utama Signis adalah untuk mengawasi dan mengoordinasikan orang-orang  yang bergelut di bidang sinema, radio, televisi, audiovisual, pendidikan dan pelatihan media.

Signis juga melibatkan dirinya dalam festival film (Cannes, Berlin, Monte Carlo, Venice, Ouagadougou, dll) dan membuat gereja hadir dengan menjadi anggota juri di sebagian besar festival film besar dunia.

Anggota Signis Dunia berasal dari seluruh dunia yang mewakili 140 negara. Selain dari negara, keanggotaan juga terbuka untuk organisasi dan lembaga yang memiliki tujuan yang sama.

SIGNIS ASIA TV CONFERENCE

Pada tanggal 20 – 24 May 2019, Signis Asia mengadakan Konfrensi untuk para penggiat media dibidang pertelevisian. Konfrensi ini adalah yang pertama kali dilaksanakan oleh Signis Tingkat Asia. 

Adapun tema dari acara tersebut adalah “TV Program Format In The Digital Era“. Konfrensi ini diikuti oleh 14 Negara yaitu Myanmar, Hongkong, India, Korea, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapore, Srilanka, Thailand, Vietnam, Amerika, Macau, dan Indonesia. 

Dan pada tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan konfrensi pertama Signis Asia. 

Acara ini membahas tentang tantangan apa yang terdapat di setiap negara dalam mewartakan kabar gembira melalui media Audio Visual Khususnya media Televisi dan Digital. 

Dalam pertemuan ini dihadirkan pula narasumber dari Indonesia yaitu Laurent Rando (Youtuber Indonesia), Mr.Agustine Anthuvan (Media Consultant), dan Fr. Edward Siebert, SJ (Loyola Production, Inc)

Konfrensi ini bertujuan untuk membangun jaringan antara media yang ada di asia untuk mempercepat pertukaran teknologi, informasi dan pengetahuan.

Pada hari ke-2 para peserta diajak untuk sharing berkelompok membicarakan kendala-kendala yang dihadapi dimasing-masing negara. Mereka pula diajakn untuk berpendapat dalam menyikapi masalah terserbut dan pada akhrinya setiap kelompok diminta untuk membuat planing aksi nyata yang dapat dilakukan di masing-masing negara untuk menghadapi masalah tersebut.

Pada hari terakhir, konfrensi ini dihadiri oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC yang memberikan masukan dan pesan singkat untuk para penggiat media komunikasi. Pada kesempatan tersebut Bapa Uskup menyampaikan 3 pesan penting dalam pengembangan media pada saat ini. Pesan tersebut adalah:

  • TV memiliki kekuatan untuk menyebarkan berita kebenaran dan kebencian. Ini adalah panggilan kita untuk mengubah berita kebencian menjadi berita kebenaran yang menggambarkan bahasa cinta kasih terhadap dunia.
  • Paus Fransiskus mengajak kita untuk merubah cara hidup dari tidak peduli menjadi cinta yang universal untuk sesama dan kasih sayang. Kasih sayang adalah tindakan yang berasal dari mata dan turun ke kaki, artinya dari apa yang kita lihat harus menjadi tindakan nyata yang dilakukan bukan hanya dirasakan.
  • Paus Fransiskus mengajak kita juga untuk membangun jembatan bukan tembok-tembok besar yang memisahkan kita dan signis hadir disini untuk membangun jembatan tidak hanya diantara organisasi-organisasi Media katolik tetapi juga media komunikasi diluar gereja. Sehingga signis memiliki kemampuan untuk membangun jembatan dan mewartakan bahasa cinta kasih dan kebenaran.

Para peserta juga diajak untuk mengunjungi Saung Udjo untuk menyaksikan ragam budaya yang ada di Indonesia dan kususnya ragam budaya Sunda

Foto dan Artikel by Komisi Komsos Keuskupan Bandung

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *